3 Jenis Perselingkuhan Yang Harus Anda Tahu

Banyak orang yang berselingkuh awalnya tidak niat sama sekali untuk menghianati pasangan. Atau mungkin awalnya mungkin hanya ngobrol atau sekedar curhat biasa.

Namun entah kenapa seperti rasa untuk memiliki, itu terus tumbuh hingga akhirnya terjerumuslah ke dalam hubungan perselingkuhan.

Jika sudah demikian pastinya salah satu pihak akan merasa disakiti dan dikhianati. Bahkan tak jarang semua hubungan terasa kacau.

Nah supaya anda lebih waspada pada perselingkuhan dan agar tak terjebak dalam perselingkuhan, ketahui 3 jenis perselingkuhan ini :

  1. Perselingkuhan Seksual.

Perselingkuhan ini dengan berhubungan badan dengan orang yang bukan pasangan sahnya, biasanya hanya untuk melampiaskan nafsu semata, dan tidak menggunakan perasaan. Selingkuh semacam ini biasanya dilakukan dengan pekerja s3k.

  1. Perselingkuhan Romantis.

Jenis perselingkuhan yang ini perlu diwaspadai, awalnya mungkin hanya sekedar curhat, sekedar cerita, sekedar minta bantuan kemudian muncul rayuan-rayuan kecil yang perlahan membuat orang tersebut nyaman.

Nah mulai dari sini munculah bibit cinta terlarang, yang jika kemudian terawat akan mengarah ke arah perselingkuhan yang sebenarnya.

Kebalikan dengan perselingkuhan seksual, disini sama sekali tidak melibatkan hubungan badan, namun dari hubungan yang sudah dirawat tadi, kemudian saling panggil sayang-sayangan, saling kangen-kangenan dan lain-lain.

  1. Gabungan.

Perselingkuhan ini merupakan gabungan antara perselingkuhan romantis dengan perselingkuhan seksual.

Kebanyakan orang sudah menganggap taraf selingkuh itu jika sudah berhubungan badan, pegang-pegangan, dan tindakan fisik yang mengarah ke hal seksual.

Padahal pada tahap perselingkuhan romantis itu juga sudah termasuk juga perselingkuhan, walaupun tidak ada pertemuan, tak bergandengan tangan, juga tak saling video call s3ks, namun ia sudah berkhianat memberikan rasa romantis ke orang lain yang bukan pasangan sahnya.

Nah ditahap perselingkuha romantis memang efek negatif belum begitu terlihat, hingga masuk ke arah seksual ini baru memcunculkan konflik-konflik serius yang sebenarnya. Orang yang berselingkuh semakin bergantung ke selingkuhan karena tak hanya berkorban perasaan namun sudah ke hubungan badan.

Hubungan pasangan menjadi retak karena pasti lebih memperhatikan selingkuhan dari pada pasangan sahnya. Mengapa ? Karena ketika bersama selingkuhan, ia lebih banyak bersenang-senang dan melupakan masalah dari pasangan sahnya.